Tips Aman Naik Taksi Di Arab Saudi


okezone.com, Ladies first tampaknya tidak berlaku di Arab Saudi. Bukan karena tidak menghormati wanita, tapi justru hal ini untuk keselamatan wanita itu sendiri. Inilah salah satu tips dalam bertransportasi bagi jamaah di Arab Saudi. Saran ini disampaikan Kepala Bidang Keamanan Panita Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kolonel Bambang Siswoyo. Continue reading

Aneka Modus Kejahatan di Tanah Suci yang Harus Diwaspadai

http://www.detiknews.com, Rabu, 12/10/2011 02:01 WIB

Madinah – Masih ada saja orang jahat di pusat ibadah seagung Masjid Nabawi, Madinah. Para penjahat, termasuk yang berasal dari Indonesia sendiri, memiliki sejumlah modus operandi kejahatan yang terus “diperbarui”.

Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi bentukan Misi Haji Indonesia di Madinah, Hendra Wirawan, telah mengumpulkan sejumlah modus kejahatan yang terjadi. Hendra ditemui di ruang kerjanya di Elyasa Center, Madinah, Selasa (11/11/2011) pukul 18.00 WIB atau 22.00 WIB.

Penjelasan Hendra perlu disimak oleh para calon jamaah haji Indonesia yang belum berangkat ke Tanah Suci agar nantinya terus waspada. Modus itu adalah:

  1. Tas bawaan ditaruh di ujung sajadah/tempat sujud digondol maling. Kasus ini menimpa seorang jamaah dari Padang. Tasnya berisi 12 juta rupiah dan 1.500 riyal (living cost) serta kamera digital. Tas hilang pada rakaat ketiga. Pada saat yang sama, jamaah yang sedang salat di belakangnya bawaannya juga raib. Muncul kecurigaan pelakunya adalah anak yang berlarian di pelataran masjid. Polisi Saudi yang dilapori segera menangkap sejumlah anak yang berlarian. Tapi setelah dilihat, tidak ada indikasi mereka pelakunya. “Jadi sebaiknya tas tetap menempel di badan, jangan ditaruh,” saran Hendra.
  2. Perempuan bercadar dan berbaju hitam menyamar sebagai polisi wanita, menggeledah jamaah yang hendak masuk masjid. Seorang jamaah perempuan RI kehilangan HP akibat penggeledahan ini. Ada juga yang kehilangan dompet berisi 4.000 riyal karena dipepet orang.
  3. Modus WNI mengantar jamaah RI tersasar. Setiba di tujuan, mereka minta bayaran. “Ada jamaah yang dimintai 50 riyal (Rp 125 ribu),” katanya.
  4. Modus menawarkan membeli kambing untuk membayar dam.
  5. Modus peminta-minta yang mengaku mahasiswa Palestina, meminta sumbangan. “Jamaah kita biasanya mudah iba. Kemarin saya nemui jamaah yang juga memberi sumbangan, kami dekati, kami tanya: Bapak tahu tidak apa yang Bapak lakukan’. Itu untuk memastikan Bapak itu tidak diperas,” ujar Hendra.
  6. Kejahatan riskan terjadi di pasar tumpah, yang berada di gang-gang dan pinggir jalan yang ramai. “Seorang jamaah perempuan yang tasnya nempel di badan, kemarin teriak ada copet. Kami kejar, pelakunya kabur,” ujar Hendra.
  7. Tas disilet saat berdesak-desakan keluar dari Masjid Nabawi usai salat wajib. Seorang jamaah di Sektor I kehilangan dompet akibat modus ini.Modus di atas melengkapi modus yang telah terjadi sebelumnya yaitu pura-pura membantu jamaah tersesat. Di tengah jalan, pelaku merampas uang jamaah dan meninggalkannya begitu saja.

Atas semua insiden itu, Hendra menyarankan agar jamaah tidak banyak membawa uang saat ke masjid. “Bawalah paling banyak 50 riyal,” pesan Hendra. Kalaulah membawa uang banyak untuk berbelanja, sebaiknya pergi berombongan sehingga saling menjaga.

Tips Terhindar dari Kejahatan Di Tanah Suci

Calon Haji Diimbau Tak Berlebihan Bawa Uang Saku 

http://www.detiknews.com Minggu, 09/10/2011 15:27 WIB

Madinah – Qodir (66) hanya terduduk lemas. Pandangan mata calon haji dari Tasikmalaya itu kosong dan tidak mampu menjawab pertanyaan. Musibah yang menimpanya memang cukup berat, uang sakunya senilai Rp 6 juta dirampas 3 orang yang ironisnya juga berasal dari Indonesia.

Kisah Qodir dituturkan oleh ketua rombongannya, Asep Surya, Minggu (9/10/2011) di sela-sela mendampingi Qodir di-BAP di bagian pengamanan Daker Madinah, Arab Saudi. Ceritanya, pada Sabtu (8/10), Qodir terpisah dari rombongan usai salat isya di Masjid Nabawi.

Dia berjalan sendirian sembari bergumam dalam bahasa Sunda, ke mana ini ya jalannya?

Gumaman Qodir disambar oleh saudara sebangsa yang bermaksud jahat. Qodir lantas dibawa ke tempat sepi oleh 3 orang, yang berdalih akan menolong Qodir. Mereka lantas memaksa Qodir menyerahkan uang yang berada di tas selempangnya. Qodir yang terdesak, tidak bisa berbuat apa-apa.

“Pak Qodir kehilangan Rp 4 juta dan uang riyal 896 riyal atau Rp 6 juta lebih,” tutur Asep.

Sejak isya hingga subuh, Qodir tidak balik ke penginapannya di Holiday Villa, dekat Masjid Nabawi. Asep sudah berusaha mencari, hingga datang petugas pengamanan haji Indonesia yang membawa Qodir. Setelah ditanya-tanya, Qodir bercerita tentang kejahatan yang menimpanya. Qodir lantas dibawa ke bagian pengamanan Daker Madinah untuk dibuatkan berita acara (BAP).

Untunglah tak semua bekal Qodir hilang. Masih ada uang di saku celananya yang tak dirampas penjahat. Selain itu ketua rombongan juga telah menarik 600 riyal darinya untuk membayar dam dan ongkos ziarah, yang sisanya akan dikembalikan.

Menyikapi kejahatan yang menimpa beberapa jamaah Indonesia, Kadaker Akhmad Jauhari mengeluarkan imbauan.

  1. Pertama, jamaah sebaiknya tidak banyak membawa uang. “Bawalah bekal secukupnya. Kalau khawatir hilang, manfaatkan safety box yang ada di hotel,” kata Jauhari di ruang kerjanya, Minggu. Jamaah yang belum berangkat ke Saudi, diharap juga tidak membawa uang saku dalam jumlah besar. “Kalau banyak bawa uang, ditinggal di hotel takut hilang, dibawa ibadah takut dirampas. Jadinya tidak tenang ibadah. Daripada tidak tenang, bawalah bekal secukupnya saja,” saran Jauhari. “Paling banyak bawa 50 riyal (Rp 125 ribu),” sarannya. Uang digembok di pemondokan saja. Bila uang hilang di pemondokan, besar kemungkinan akan diganti oleh korporasi pengurus haji Saudi. Kalau membawa uang banyak untuk berbelanja, harus pergi berkelompok. “Jamaah seringkali merasa bila uang menempel di badan, akan selamat. Padahal tidak selalu demikian
  2. Kedua, jamaah jangan pergi sendirian, harus berombongan 4-5 orang. “Karena korban kejahatan seringkali sedang sendirian atau yang kesasar, dan biasanya orang lanjut usia,” bebernya. Jamaah yang muda juga diharap bersabar terhadap jamaah sepuh yang mungkin lambat bergerak, sehingga tidak terlepas dari rombongan.
  3. Selalu membawa kartu hotel. Tulis juga kamarnya. “Banyak jamaah kesasar yang tidak tahu kamarnya, sehingga kami harus mengetuk satu per satu kamar bila mengantar ke hotel,” ujar Hendra.
  4. Jangan mudah percaya pada orang yang menawarkan jasa seperti membayarkan dam, badal haji, atau mengantar ke hotel.
  5. Tas bawaan jangan diselempangkan ke belakang.

Musim Haji Suhu Mekah dan Madinah Sangat Panas

Makkah 41° C, Madinah 39° C, Jeddah 37° C, Surabaya 35° C

Siapkan Fisik Tetap Bugar Dengan Banyak Minum Air, Suplemen Vitamin, Makan & Istirahat Cukup. Jawapos, Selasa 27 September 2011, Metropolis hal 29

Surabaya – Kurang dari sepekan, kloter pertama calon jamaah haji (CJH) dari embarkasi Surabaya berangkat. Rombongan dari Bangkalan akan menjadi yang pertama berangkat ke Tanah Suci pada 2 Oktober mendatang. Mumpung masih di rumah, ada manfaatnya CJH mempersiapkan fisik dengan lebih baik.mItu sangat perlu dilakukan karena cuaca di Jeddah dan Madinah saat ini tengah panas-panasnya.

Pada musim haji nanti, suhu di Makkah akan mencapai 41 derajat celcius. Sedangkan suhu di Madinah sedikit lebih ringan 39 derajat celsius. itu jauh lebih tinggi daripada suhu paling panas di Surabaya yang hanya 35 derajat celcius. Cuaca yang sangat panas itu tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi CJH asal indonesia. Jika tidak bisa beradaptasi dengan baik, mereka bisa jatuh sakit disana. “itu permasalahan klasik yang harus diantisipasi sejak awal,” tutur Mukti Berlian dokter penyakit dalam yang juga direktur RS Angkatan Udara Sumitro

Menurut dr Mukti, CJH harus mempersiapkan sejak awal fisik maupun perbekalan obat-obatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.  Suplemen lebih baik dibawa dari Indonesia. Sebab, di Tanah Suci bisa saja jamaah kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan atau suplemen yang selama ini mereka gunakan.  Yang juga harus menjadi perhatian adalah menu makanan. Biasanya, banyak jamaah yang kesulitan makan selama di Tanah Suci karena rasanya berbeda dengan masakan Indonesia. Akibatnya, mereka merasa selalu kenyang selama di sana. Sikap seperti itu harus dihindari. Sekalipun tidak lapar, jika waktu makan tiba, jamaah harus tetap makan. Sebab, ketika CJH menunda makan, otomatis kondisi perut tidak penuh.

“Daya tahan tubuh juga tidak maksimal,” jelasnya. Daya tahan tubuh yang tidak maksimal sangat rentan terserang penyakit. Apalagi di cuaca yang seperti itu. CJH bisa saja lemas dan tidak bisa menjalankan ibadah lainnya. Jika sudah seperti itu, praktis ibadah yang lain bisa tidak terlaksana. Untuk menghadapi cuaca yang begitu panas, CJH harus banyak minum air putih. Untuk vitamin, lebih baik mengonsmnsi vitamin B atau C. “Selama unsur itu terpenuhi, stamina akan tetap fit tandas Mukti. Masalah lain yang menjadi pemicu menurunnya daya tahan tubuh adalah kurangnya istirahat. Mukti memahami keinginan CJH memanfaatkan waktu sebanyak- banyaknya untuk beribadah. Namun, memaksakan diri akan mengakibatkan datangnya penyakit. “Lebih baik memperhitungkan waktu untuk kelancaran ibadah yang lain. Yakni dengan tidur sesempat mungkin,” tutur Mukti.

Sementara itu, PT Angkasa Pura (AP) I meminta CJH yang berangkat melalui embarkasi Surabaya tidak membawa peralatan memasak. Sebab, administrator Bandara Juanda menyatakan, ada pihak yang komplain ketika CJH membawa barang-barang tersebut. Pihak itu  merupakan maskapai yang mengangkut CJH ke Tanah Suci. Informasi tersebut disampaikan Manajer Sekuriti PT AP I Pujiono kemarin. Dia menyatakan, larangan itu memang tidak disampaikan secara resmi. Namun, adanya komplain dari maskapai pengangkut CJH sama dengan melarang CJH membawa peralatan memasak. “Makanya, sementara ini ditetapkan seperti ini ucapnya.

Pujiono meminta CJH memaklumi aturan- aturan yang terkesan menyulitkan. Menurut dia, semua itu diberlakukan demi keselamatan penerbangan. Tiap maskapai memiliki kebijakan berbeda. “Kalau maskapai asing memang tidak menoleransi barang-barang seperti itu ungkap dia. Sebenarnya, permasalahan tersebut harus diketahui CJH sejak awal. Tepatnya ketika manasik sedang berlangsung . Hanya, selama ini pihak PT AP I tidak pemah dilibatkan. Sehingga, tidak ada kesempatan untuk menjelaskan aturan-aturan penerbangan yang akan diterapkan. “Padahal, itu sangat penting,” tegas dia. Pujiono berharap kedepan panitia penyelenggara haji lebih intensif Artinya, PT AP I dilibatkan bukan hanya pada pemberangkatan. ° Melainkan juga saat pengarahan Manasik haji. Tujuannya, ada ruang Sosialisasi tentang aturan-aturan yang diterapkan selama penerbangan.

Jika itu dilaksanakan dengan baik, CJH tidak akan kebingungan lagi. Mereka paham detail persoalan barang yang diperbolehkan atau tidak dibawa selama penerbangan. “Kami harapkan tahun depan mulai ada ruang untuk bersosialisasi,” ujar Pujiono. Tentang kesiapan di bandara, Pujiono menyatakan, tidak ada masalah. Petugas wakil PT AP I sudah siap. Ada yang siaga di Asrama Haji Sukolilo dan ada yang di Bandara Juanda. Penyiagaan itu berlangsung setiap hari selama pemberangkatan. Begitu juga halnya pada penyambutan CJH ketika kembali ke tanah  air. Simak juga Tips Sehat Selama Menjalankan Ibadah Haji, Tips Kuat Fisik di Tanah Suci, Tips Mengatur Waktu Haid Bagi Jamaah Haji Wanita Usia Subur

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/142 th 2009 & Izin Haji Plus D/80 th 2009
Kantor Perwakilan Surabaya – Jawa Timur
Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya
Anisa: 031-7111 3345

Kantor Pusat
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985
Web : www.arminautama.com

Tips Kuat Fisik di Tanah Suci

Berlatihlah jalan 2.5 km setiap hari

Surya, Selasa 27 September 2011, hal 3& 4

Calon jamaah haji (CJH) harus mempersiapkan fisik dengan baik menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Salah satunya membiasakan diri latihan berjalan kaki sepanjang kurang lebih 2.5 km setiap hari. Paling hanya butuh waktu setengah jam Latihan ini akan menunjang kesiapan fisik saat mengikuti proses ibadah haji reguler selama 40 hari di Mekah dan Madinah.

Apalagi mayoritas jemaah tidak lepas dari diabetes dan kolesterol. Hal ini semakin rentan. Rata-rata, para jemaah haji kita adalah berusia di atas 40 tahun. ini artinya, stamina mereka perlu disiapkan dengan baik. Membiasakan diri berjalan 2.5 km sehari akan sangat membantu,” ujar dr Sasongko, dokter RSU Haji Sukolilo yang pernah mendapingi jemaah di Tanah Suci

Pengalaman Wakil Direktur Penunjang Medik RSU Haji saat mendampingi CJH selalu banyak ditemukan jemaah dengan kondisi sakit. Dalam satu kloter barisi 445 jemaah, satu dokter, dua perawat, dan dua panitia. Puluhan jamaah selalu jatuh sakit. Jarak pemondokan dengan masjid di Tanah Suci relative jauh. Sekitar 2 km. Jika akan melakukan ibadah seIaIu harus berjalan. Belum lagi saat tawaf, wukuf, atau ritual lainnya memerlukan fiisik luar biasa karena saling berebut.

Rata-rata jemaah Indonesia kalah fisik saat berebut tempat di setiap tempat ibadah di Mekah dan Madinah. Akibatnya, jemaah Indonesia selalu dalam posisi lemah secara fisik. Belum lagi suhu yang panas. Jika para jemaah tidak siap secara fisik akan berisiko.  Beberapa jemaah yang akan mendapat pengawasan itu adalah jemaah risiko tinggi sakit (diabetes, jantung koroner, hipertensi, Lumpuh). Yang terakhir ini harus selalu dalam pengawasan superketat tim medis. “Bagi yang punya kolesterol hindari makanan berminyak. Begitu juga saat di Tanah Suci , hindari makanan yang merangsang buang air,” saran Sasongko

Namun sebelum keberangkatan Para jamaah tersebut, PPIH sudah memeriksa Seluruh kondisi kesehatan CJH. Jika menjelang Keberangkatan mereka dalam kondisi sakit dan perlu mendapat perawa tan, hal itu harus dikoordinasikan dangan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Kantor kesehatan ini yang menentukan berangkat tidaknya jemaah. Namun kadang jemaah tetap memaksa berangkat meski ada rekomendasi menunda keberangkatan karena kondisi tak memungkinkan. Simak juga: Tips Mengatasi Cuaca Panas Saat Ibadah Haji, Tips Sehat Selama Menjalankan Ibadah Haji, Tips Mengatur Waktu Haid Bagi Jamaah Haji Wanita Usia Subur

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/142 th 2009 & Izin Haji Plus D/80 th 2009
Kantor Perwakilan Surabaya – Jawa Timur
Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya
Anisa: 031-7111 3345Kantor Pusat
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985
Web : www.arminautama.com

Tips Mengurus Vaksin Umrah Haji

Anda mau umrah? Salah satu syaratnya adalah menyerahkan kartu kesehatan yang membuktikan bahwa Anda sudah disuntik vaksin meningitis. Jika tidak, anda tidak akan mendapatkan visa.

Tapi berdasarkan aturan dari pemerintah, vaksin hanya bisa dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Misalnya di Jawa Timur, setiap jamaah umrah dari semua kabupaten/kota di Jawa Timur harus mengurus vaksinnya di Kantor Kesehatan Pelabuhan di Jl Perak Timur 514-516 Surabaya

Imunisasi Meningitis merupakan persyaratan wajib untuk mendapatkan visa sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi bagi semua calon jamaah haji dan umrah

Biaya bervariasi

Lalu berapa biayanya? Biaya meningitis di Surabaya bisa mencapai Rp 600.000 sudah termasuk anti Flu, bila hanya meningitis saja kisaran Rp 350.000

Waktu Vaksin
Hal yang tidak kalah penting, jangan mengurus vaksin dadakan. Dua minggu sebelum berangkat, anda sudah harus suntik vaksin tersebut. Sebab, efektif vaksin adalah dua minggu sebelum berangkat ke tanah suci. Vaksin ini tetap efektif melindungi jamaah umrah dari penularan penyakit meningitis selama 3 tahun

Meningitis ditularkan melalui cairan hidung dan tenggorokan saat batuk atau bersin dari penderita. Penyakit ini menyerang selaput otak dan bisa menimbilkan cacat hingga kematian. Khusus untuk wanita hamil, tidak dibenarkan mendapatkan vaksin maningitis

Dapat Kartu ICV
Setelah anda disuntik vaksin Anda akan mendapatkan kartu ICV (International Certificate of Vacination) sebagai syarat memperoleh visa. Sumber: Tabloid Nurani Edisi 540 Tahun 10 Minggu ke 4 Mei 2011

Tips Mengurus Paspor Umroh

Bagi Jamaah Umrah yang belum punya paspor, biasanya tidak mau ribet. Mereka minta tolong travel untuk mengurus paspornya. Tapi jika ada waktu, lebih baik diurus sendiri. Berikut tipsnya:
Kantor imigrasi terletak di Jl. Jend. S. Parman No. 58/A Waru, Sidoarjo. Kalau dari arah Sidoarjo ada di sebelah kiri sebelum jembatan layang Waru. Kalau dari arah bundaran Waru, harus putar arah di Aloha.
Jika ingin membuat paspor ada beberapa tahapan. Berikut tahapannya:
Tahap 1: Tahap Pengumpulan Berkas
Sebelum ke imigrasi, siapkan perlengkapan, dokumen dan surat-surat sbb
  • Akte Lahir
  • Kartu Keluarga yang masih berlaku
  • Kartu Tanda Penduduk
  • Ijasah Terakhir
  • Surat Nikah (bagi yang menikah)
  • Photo 4×6 5 lembar
  • Materai 6000
  • Alat-Alat Tulis & Lem untuk mengisi formulir
Bila sudah siap, lakukan langkah berikut:
  1. Datang pagi: Agar tidak mengantri panjang dan lama, upayakan jam 8 sudah sampai. Jika bertemu calo jawab saja dengan senyuman dan ucapan terima kasih
  2. Pembelian Formulir: Langsung beli formulir pendaftaran di loket pembelian formulir. Harganya tidak sampai Rp 20.000 dapat 1 bendel formulir dan sampul buku paspor. Segera isi formulir sesuai ketentuan
  3. Penyerahan Formulir: Setelah mengisi formulir, serahkan formulir dengan melampirkan dokumen asli dan fotokopi ke loket penerimaan berkas. Tunggu sebentar sampai nama anda dipanggil. Setelah dipanggil dan berkas diperiksa (yang asli dikembalikan) dan Anda akan diberi kertas pendaftaran untuk ke tahap dua. Di kertas akan tertulis kapan anda harus kembali lagi.
Tahap 2: Tahap Pembayaran
Seusai waktu yang ditentukan, anda pun harus datang pagi-pagi. Serahkan kertas pendaftaran ke loket penerimaan berkas. Tunggu sebentar sampai dipanggil dari loket pembayaran paspor

Pembayaran untuk paspor jenis 48 sebesar Rp 255.000. Dari loket pembayaran paspor ini kita akan mendapatkan kertas bukti pembayaran yang ada nomor antrean untuk masuk ruang foto dan wawancara

Setelah mendapat nomor antrean, tunggu lagi sampai kita dipanggil petugas untuk foto, scan 10 sidik jari dan wawancara perihal berkas-berkas dan tanda tangan paspor. Tunggu proses ini karena lumayan lama. Setelah proses selesai tanyakan kepada petugas kapan paspor yang sudah jadi dapat diambil. Jangan lupa bukti pembayaran disimpan untuk pengambilan paspor di tahap 3

Tahap 3: Tahap Pengambilan Paspor

Untuk pengambilan paspor, waktunya antara pukul 14.00-16.00. Tapi tidak ada salahnya untuk datang lebih awal. Usahakan pukul 14.00 sudah ada di lokasi,

Serahkan bukti pembayaran ke loket penerimaan berkas. Tunggu beberapa menit karena petugas sedang mempersiapkan berkas paspor yang sudah jadi

Setelah nama Anda dipanggil lalu tanda tangan di kertas bukti penerimaan. Petugas akan menyuruh untuk fotokopi paspor anda untuk digunakan arsip. Setelah menyerahkan fotokopi paspor ke petugas, paspor boleh anda bawa pulang.

 
Itulah Tahapan mengurus paspor sendiri. Memang lebih ribet, tapi tentu saja murah. Jika ditotal biayanya hanya Rp 275.000 dengan perincian Rp 200.000 untuk buku paspor 48 lembar, Rp 55.000 untuk foto biometric, Rp 15.000 untuk sidik jari, Rp 10.000 untuk map

Anda juga bisa menggunakan jasa calo atau travel namun tarif lebih mahal sekitar Rp 600,000. Namun tetap saja anda harus datang juga ke imigrasi untuk keperluan foto dan wawancara. Jadi buat apa pakai calo kalau buntut-buntutnya Anda juga harus datang ke imigrasi kan???

Sumber: Tabloid Nurani Edisi 539 Tahun 10 Minggu ke 3 Mei 2011