Istana Dolmabahce, Peninggalan Terakhir Kesultanan Utsmaniyah Turki

Turki begitu kaya akan warisan peradaban Islam. Betapa tidak, di negara itulah kekhalifahan Islam terakhir berdiri. Instanbul merupakan salah satu kota yang kaya akan peninggalan bersejarah. Di kota yang menjadi incaran raja-raja pada zaman dulu itu berdiri sebuah bangunan bersejarah bernama Istana Dolmabahce.

Istana Dolmabahce dibangun pada masa Kesultanan Abdul Mecid I, yang merupakan Sultan Ottoman ketigapuluh dan dibangun antara tahun 1843 dan 1856. Pembangunan menghabiskan dana sekitar lima juta koin emas Ottoman Mecidiye atau setara dengan 35 ton emas.

Istana Dolmabahce adalah rumah bagi enam sultan dari 1856, ketika pertama kali dihuni, sampai penghapusan kekhalifahan pada tahun 1924. Kerajaan terakhir yang tinggal di sini adalah Abdul Mecid Efendi. Undang-undang yang mulai berlaku pada 3 Maret 1924 mengalihkan kepemilikan istana untuk warisan nasional Republik Turki.

Mustafa Kemal Ataturk, pendiri dan Presiden pertama Republik Turki, menggunakan istana sebagai tempat tinggal presiden selama musim panas. Mustafa Kemal Ataturk menghabiskan hari-hari terakhir perawatan medis di istana ini, di mana ia meninggal pada tanggal 10 November 1938.

Istana ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Mabeyn Imperial (Ruang Kenegaraan), Muayede Salon (Hall Upacara) dan Imperial Harem. Mabeyn Imperial dialokasikan untuk urusan administrasi negara, Imperial Harem dialokasikan untuk kehidupan pribadi sultan dan keluarganya dan Muayede Salon yang terletak di antara Mabeyn Imperial & Imperial Harem, dialokasikan menyambut negarawan dalam beberapa acara kenegaraan penting.

Istana ini memiliki luas 45.000 m2 (11,2 hektar), dan berisi 285 kamar, 46 aula, 6 tempat pemandian dan 68 toilet. Istana yang terbuka untuk protokol dan kunjungan antara 1926-1984 juga dibuka untuk umum sebagai “museum” sejak 1984. Di museum itu, para pengunjung dipandu oleh pemandu istana. Para pemandu ini menjelaskan istana ini dengan menggunakan bahasa Inggris bagi wisatawan mancanegara dan bahasa Turki bagi wisatawan lokal. Jika anda berwisata ke Turki, berkunjung ke Istana Dolmabahce layak anda jadwalkan.

One thought on “Istana Dolmabahce, Peninggalan Terakhir Kesultanan Utsmaniyah Turki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s