Istana Topkapi Jejak Perjuangan Rasulullah Saw

Jejak-jejak Nabi Muhammad Saw dalam bentuk relikui (peninggalan barang atau benda suci) tak hanya bisa dijumpai di Makkah atau Madinah di Arab Saudi, kita pun bisa menjumpainya di wilayah yang agak jauh dari situ. Misalnya di Turki, atau tepatnya di Istana Topkapi.

Istana yang terletak di titik pertemuan Selat Bosphorus, Tanjung Tanduk Emas (Golden Horn) dan Laut Marmara ini merupakan bangunan khas Turki yang mempunyai taman-taman indah yang menghubungkan antara satu bangunan dan bangunan lainnya. Kompleks Istana Topkapi terletak di belakang bangunan Hagia Sophia (Aya Sofya)

Topkapi dalam bahasa Turki berarti Gerbang Meriam. Kompleks Istana Topkapi ini tercatat pernah mengalami renovasi sebanyak dua kali, yakni setelah gempa bumi 1509 dan kebakaran tahun 1665. Sebanyak 24 Sultan Turki Utsmaniyah pernah mendiami istana itu. Saat ini, Istana Topkapi telah beralih fungsi. Bangunan megah itu telah diubah menjadi sebuah museum.

Banyak benda peninggalan kejayaan kesultanan Utsmaniyah yang tersimpan di sana. Tapi mungkin yang paling menarik bagi umat Islam adalah benda-benda peninggalan milik Nabi Muhammad Saw yang tersimpan di Paviliun Relikui Suci

Sejarah Singkat

Istana Topkapi adalah istana di Istanbul, Turki, yang merupakan kediaman resmi kesultanan Utsmaniyah atau dikenal juga dengan sebutan kekaisaran Turki Ottoman selama lebih dari 400 tahun (1465-1856). Pembangunan Istana Topkapi ini dimulai pada tahun 1459 atas perintah Sultan Mehmed II. Kompleks Istana Topkapi terdiri dari empat lapangan utama dan banyak bangunan-bangunan kecil. Pada puncaknya, istana ini dihuni oleh 4.000 orang.

Berdiri di tanah seluas sekitar 592.600 – 700.000 m² dan dikelilingi tembok sepanjang 5 kilometer, Istana Topkapi merupakan rumah bagi para Sultan Utsmaniyah selama 4 abad. Dimulai dengan Sultan Mehmed II yang menaklukkan Istanbul dari kekuasaan Kekaisaran Roma pada tahun 1453. Instruksi pertamanya adalah membangun sebuah istana sebagai pusat dari kesultanan Utsmaniyah.

Mulai saat itulah Istana Topkapi dibangun dan terus mengalami perubahan dari masa ke masa hingga pemerintahan Sultan Abd-ul-Mejid I yang meninggalkan Istana Topkapi untuk tinggal di istananya yang baru di Istana Dolmabahce Bosphorus, sehingga Istana Topkapi menjadi terlantar. Istana Topkapi baru kembali dilirik pada tahun 1923, ketika dilakukan renovasi besar-besaran oleh pemerintah Turki yang mengubah istana menjadi museum yang banyak dikunjungi hingga kini.

Peninggalan Sejarah Islam

Masih di lingkungan Istana Topkapi, juga ada peninggalan sejarah khususnya sejarah Islam, benda-benda yang pernah dipakai Nabi Muhammad Saw. Para pengunjung seperti dibawa ke zaman Rasulullah Saw dan para sahabatnya. Berbagai peninggalan itu ditempatkan di dalam suatu ruang khusus yang terpisah dari Istana Topkapi. Ruangan itu bernama Paviliun Relikui Suci

Lebih menarik lagi, sepanjang dan selama para pengunjung melihat barang-barang bersejarah itu kita bisa mendengar alunan bacaan Al-Quran oleh 24 orang Hafiz Quran secara bergantian 24 jam nonstop. Dan bayangkan, lantunan ayat suci itu sudah berlangsung tanpa jeda sejak tahun 1517

Benda-benda yang terkait Rasulullah Saw terdapat pedang hitam (Pedang Nabawi), mantel, gigi (Nabi Muhammad Saw yang tanggal pada Perang Uhud), bakiak, tasbih kayu, bendera, cambuk, segenggam janggut, sajadah, tongkat, busur panah, sabuk, stempel dan berbagai benda lainnya. Selain itu, terdapat pula pedang-pedang milik ke-empat sahabat Rasulullah Saw, Khulafaur Rasyidin di antaranya pedang Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Kemudian yang paling menakjubkan adalah cetakan telapak kaki kanan Nabi Muhammad Saw. Telapak kaki kanan itu tercetak saat peristiwa Mi’raj. Sedangkan telapak kaki kirinya kini tersimpan di Masjid Al Aqsa, Jerusalem.

Terdapat pula beberapa surat buatan Nabi Muhammad Saw. Surat itu ditulis kepada Al-Muqawqis (Pemimpin Mesir) dan Musailamah Al Kazzab (si Pembohong yang mengaku sebagai nabi). Surat untuk Al-Muqawqis ditulis di daun kurma dan ditemukan di Mesir pada tahun 1850.

Peninggalan penting lainnya adalah manuskrip Al-Quran yang pertama. Sebelum Al-Quran disatukan menjadi kitab, manuskrip pertama Al-Quran dituliskan di atas lembaran kulit binatang. Salah satu yang tersimpan di Istana Topkapi menyuratkan Surah Al Qadr.

Barang lain yang juga dipajang di sana dan dapat dinikmati pengunjung ialah tongkat Nabi Musa as, sorban Nabi Yusuf as, potongan sorban Syekh Abdul Qadir Jaelani, mangkuk Nabi Ibrahim as, pedang Nabi Daud as, jubah dan sajadah Fatimah Al Zahra. Anda juga bisa menemukan pintu-pintu Ka’bah tua dari berbagai negara di dunia, termasuk kunci-kuncinya. Selain itu, masih banyak peninggalan lainnya dari para tokoh yang berjasa dalam perkembangan Islam.

Tangan Yohannes Pembaptis

Dari semua itu, yang paling mengejutkan adalah relikui potongan tangan kanan milik Yohannes Pembaptis yang dikenal dalam sejarah kristiani. Tangan kanan itulah yang dulu membaptis Nabi Isa as di Sungai Yordan. Cerita sejarah memang menyebutkan bahwa Yohannes Pembaptis dipenggal oleh Raja Herodes dari Kerajaan Romawi. Relikui tersebut dibawa ke Istanbul dari Antiokia pada saat Konstantin VII (Kerajaan Katolik penguasa Turki sebelum Dinasti Turki Ottoman).

Tadinya sejak abad ke-12, relikui itu disimpan di Kapel Kaisar Konstantin sebelum dipindah ke Gereja Perawan Maria, hingga akhirnya pindah ke Gereja Peribleptos. Saat Turki dikuasai Dinasti Ottoman, relikui itu jatuh ke tangan orang Islam. Masih banyak lagi relikui yang belum disebutkan. Yang pasti, berkunjung ke situ, anda seperti tengah berwisata religi sejarah islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s