Musim Haji Suhu Mekah dan Madinah Sangat Panas

Makkah 41° C, Madinah 39° C, Jeddah 37° C, Surabaya 35° C

Siapkan Fisik Tetap Bugar Dengan Banyak Minum Air, Suplemen Vitamin, Makan & Istirahat Cukup. Jawapos, Selasa 27 September 2011, Metropolis hal 29

Surabaya – Kurang dari sepekan, kloter pertama calon jamaah haji (CJH) dari embarkasi Surabaya berangkat. Rombongan dari Bangkalan akan menjadi yang pertama berangkat ke Tanah Suci pada 2 Oktober mendatang. Mumpung masih di rumah, ada manfaatnya CJH mempersiapkan fisik dengan lebih baik.mItu sangat perlu dilakukan karena cuaca di Jeddah dan Madinah saat ini tengah panas-panasnya.

Pada musim haji nanti, suhu di Makkah akan mencapai 41 derajat celcius. Sedangkan suhu di Madinah sedikit lebih ringan 39 derajat celsius. itu jauh lebih tinggi daripada suhu paling panas di Surabaya yang hanya 35 derajat celcius. Cuaca yang sangat panas itu tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi CJH asal indonesia. Jika tidak bisa beradaptasi dengan baik, mereka bisa jatuh sakit disana. “itu permasalahan klasik yang harus diantisipasi sejak awal,” tutur Mukti Berlian dokter penyakit dalam yang juga direktur RS Angkatan Udara Sumitro

Menurut dr Mukti, CJH harus mempersiapkan sejak awal fisik maupun perbekalan obat-obatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.  Suplemen lebih baik dibawa dari Indonesia. Sebab, di Tanah Suci bisa saja jamaah kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan atau suplemen yang selama ini mereka gunakan.  Yang juga harus menjadi perhatian adalah menu makanan. Biasanya, banyak jamaah yang kesulitan makan selama di Tanah Suci karena rasanya berbeda dengan masakan Indonesia. Akibatnya, mereka merasa selalu kenyang selama di sana. Sikap seperti itu harus dihindari. Sekalipun tidak lapar, jika waktu makan tiba, jamaah harus tetap makan. Sebab, ketika CJH menunda makan, otomatis kondisi perut tidak penuh.

“Daya tahan tubuh juga tidak maksimal,” jelasnya. Daya tahan tubuh yang tidak maksimal sangat rentan terserang penyakit. Apalagi di cuaca yang seperti itu. CJH bisa saja lemas dan tidak bisa menjalankan ibadah lainnya. Jika sudah seperti itu, praktis ibadah yang lain bisa tidak terlaksana. Untuk menghadapi cuaca yang begitu panas, CJH harus banyak minum air putih. Untuk vitamin, lebih baik mengonsmnsi vitamin B atau C. “Selama unsur itu terpenuhi, stamina akan tetap fit tandas Mukti. Masalah lain yang menjadi pemicu menurunnya daya tahan tubuh adalah kurangnya istirahat. Mukti memahami keinginan CJH memanfaatkan waktu sebanyak- banyaknya untuk beribadah. Namun, memaksakan diri akan mengakibatkan datangnya penyakit. “Lebih baik memperhitungkan waktu untuk kelancaran ibadah yang lain. Yakni dengan tidur sesempat mungkin,” tutur Mukti.

Sementara itu, PT Angkasa Pura (AP) I meminta CJH yang berangkat melalui embarkasi Surabaya tidak membawa peralatan memasak. Sebab, administrator Bandara Juanda menyatakan, ada pihak yang komplain ketika CJH membawa barang-barang tersebut. Pihak itu  merupakan maskapai yang mengangkut CJH ke Tanah Suci. Informasi tersebut disampaikan Manajer Sekuriti PT AP I Pujiono kemarin. Dia menyatakan, larangan itu memang tidak disampaikan secara resmi. Namun, adanya komplain dari maskapai pengangkut CJH sama dengan melarang CJH membawa peralatan memasak. “Makanya, sementara ini ditetapkan seperti ini ucapnya.

Pujiono meminta CJH memaklumi aturan- aturan yang terkesan menyulitkan. Menurut dia, semua itu diberlakukan demi keselamatan penerbangan. Tiap maskapai memiliki kebijakan berbeda. “Kalau maskapai asing memang tidak menoleransi barang-barang seperti itu ungkap dia. Sebenarnya, permasalahan tersebut harus diketahui CJH sejak awal. Tepatnya ketika manasik sedang berlangsung . Hanya, selama ini pihak PT AP I tidak pemah dilibatkan. Sehingga, tidak ada kesempatan untuk menjelaskan aturan-aturan penerbangan yang akan diterapkan. “Padahal, itu sangat penting,” tegas dia. Pujiono berharap kedepan panitia penyelenggara haji lebih intensif Artinya, PT AP I dilibatkan bukan hanya pada pemberangkatan. ° Melainkan juga saat pengarahan Manasik haji. Tujuannya, ada ruang Sosialisasi tentang aturan-aturan yang diterapkan selama penerbangan.

Jika itu dilaksanakan dengan baik, CJH tidak akan kebingungan lagi. Mereka paham detail persoalan barang yang diperbolehkan atau tidak dibawa selama penerbangan. “Kami harapkan tahun depan mulai ada ruang untuk bersosialisasi,” ujar Pujiono. Tentang kesiapan di bandara, Pujiono menyatakan, tidak ada masalah. Petugas wakil PT AP I sudah siap. Ada yang siaga di Asrama Haji Sukolilo dan ada yang di Bandara Juanda. Penyiagaan itu berlangsung setiap hari selama pemberangkatan. Begitu juga halnya pada penyambutan CJH ketika kembali ke tanah  air. Simak juga Tips Sehat Selama Menjalankan Ibadah Haji, Tips Kuat Fisik di Tanah Suci, Tips Mengatur Waktu Haid Bagi Jamaah Haji Wanita Usia Subur

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/142 th 2009 & Izin Haji Plus D/80 th 2009
Kantor Perwakilan Surabaya – Jawa Timur
Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya
Anisa: 031-7111 3345

Kantor Pusat
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985
Web : www.arminautama.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s