Multazam Tempat Mustajab Berdoa Di Masjidil Haram

Multazam adalah tempat di antara Pintu Ka’bah dan Rukun Hajar Aswad. Secara harfiah Multazam bermakna “tempat yang amat diperlukan”. Tempat inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah saw sebagai tempat yang paling mustajabah untuk berdoa:

Rasulullah saw bersabda,”Multazam adalah tempat doa yang mustajab (terkabul), tidak seorang pun hamba Allah SWT yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul doanya.

Rasulullah saw sendiri kalau sampai di tempat ini langsung memanjatkan doa. Dalam Kitab Akhbar Makkah, diterangkan ketika Nabi Adam as selesai melakukan tawaf, langsung dia salat dua rakaat di depan pintu Ka’bah, kemudian berdiri di Multazam dan berdoa.

“Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui segala apa yang aku rahasiakan dan segala apa yang aku lakukan secara nyata, terimalah pengaduanku. Engkau Maha Mengetahui apayang ada dalam jiwaku dan segala apa yang ada padaku, ampunilah dosa-dosaku. Engkau Maha Mengetahui apa yang aku perlukan, berikanlah kepadaku apa yang aku minta. Ya Allah, aku mohon kepada-mu iman yang memenuhi hati dan keyakinan yang mantap benar sehingga menyadarkan aku bahwa tidak ada yang mencelakakanku kecuali apa yang telah Engkau pastikan untukku, dan menyadarkan aku sehingga aku rela atas apa yang Engkau tetapkan untukku”.

Setelah bedoa seperti di atas, Allah SWT menurunkan wahyu kepadanya yang artinya: “Wahai Adam, kau telah berdoa dengan beberapa permintaan, aku penuhi semua permintaan itu. Dan siapapun dari anak-anakmu yang berdoa dengan doamu itu, pasti aku hilangkan keresahan dan kesedihannya, dan Aku kembalikan apa yang hilang dari padanya, dan Aku cabut dari hatinya perasaan miskin, dan aku jadikan kaya ia dalam kenyataan, dan aku sukseskan perdagangan untuknya dari belakang dunia perdagangan, sehingga kekayaan dunia berdatangan kepadanya walaupun tanpa ia kehendaki”.

Saat bermunajat di depan Multazam ini, jarang orang tidak meneteskan air mata di sini, terharu karena kebesaran Ilahi.

About these ads

One thought on “Multazam Tempat Mustajab Berdoa Di Masjidil Haram

  1. Sewaktu bapak saya berangkat berumrah pertengahan bulan Juni 2012 untuk melaksanakan ibadah umrah,bapak saya mendo’akan saya di multajam supaya dapat membangun rumah,Alhamdulillah tanggal 31 Oktober 2012(kurang lebih 4,5 bulan) saya dengan mudah dapat membangun rumah yang saya impikan selama 20 tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s