135 Jamaah Pekanbaru Tertahan di Asrama Haji

Agen Tak Lunasi Maskapai, Penerbangan Pulang Dibatalkan

Jawapos, Rabu 23 Nopember 2011 Hal. 8

BATAM – Sedikitnya 135 jamaah haji kl0ter 10 asal Pekanbaru tertahan di Asrama Haji Batam Center kemarin (22/11). Mereka gagal terbang karena Sriwijaya Airlines menolak menerbangkan mereka ke Pekanbaru. Dalihnya, biaya pengangkutan Rp 341 juta tidak dibayar. Sesuai dengan jadwal,para jamaah haji itu seharusnya terbang dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, ke Pekanbaru pada pukul 09.15. Namun, hingga sore mereka tak kunjung terbang.

Di ruang konter tiket Sriwijaya di Hang Nadim terlihat Kabid Haji Kanwil Provinsi Riau Aziz berunding dengan pihak Sriwijaya Airlines. Tampak pula pihak Travel Tria Nusa Indah yang bertanggung jawab atas tiket dan biaya perjalanan jamaah haji tersebut. Aziz mengaku kesal terhadap pihak travel yang dianggap menggelapkan uang jamaah. Menurut dia, biaya pemulangan jamaah haji asal Pekanbaru itu Rp 2 miliar. Oleh Tati, manajer Tria Nusa Indah, uang itu diserahkan kepada koleganya, Imanuel, di Jakarta.

“Semua uang itu di tangan Imanuel. Dia yang ditunjuk pihak travel untuk menyerahkan uang tersebut ke Sriwijaya Airlines Pusat. Entah mengapa uang itu tidak diserahkan semua. Kasihan jamaah haji itu,” katanya.

Sementara itu, Tati tampak cemas karena didesak segera melunasi kekurangan uang tersebut. Dia segera menghubungi sejumlah kolega agar mentransfer uang. “Saya tidak menyangka Imanuel akan begitu. Ini memang tanggung jawab kami. Kami akan berusaha melunasi secepatnya. Kalau bisa hari ini,” katanya.

Dia menjelaskan, tujuh penerbangan Sriwijaya Airlines dipesan untuk mengangkut jamaah haji dari Batam ke Pekanbaru dengan biaya Rp 2 miliar. Sebelumnya, empat penerbangan sudah dilakukan. Tiga penerbangan lainnya dijadwalkan berangkat pada 22, 26, dan 27 November 2011. Menurut L0 Yudi Asmond Heryanto, distric manager Sriwijaya Air, pihaknya sudah berusaha membantu pemulangan jamaah haji asal Pekanbaru tersebut.

“Kami sudah memberangkatkan beberapa penerbangan. Sebelumnya, pihak travel berjanji segera melunasi kekurangannya. Tapi, sampai sekarang tak kunjung dilunasi,” katanya. Dia menambahkan, langkah menunda keberangkatan jamaah haji asal Pekanbaru tersebut merupakan perintah atasan di Jakarta. “Kami hanya menjalankan perintah,” katanya.

Menurut Irul Bahri, salah seorang jamaah di Asrama Haji Batam Centre, seluruh jamaah sudah melunasi biaya transportasi Pekanbaru—Batam dan sebaliknya. Biaya itu disetor ke rekening Bank Riau Pekanbaru atas nama PT Tiara Nusa Wisata senilai Rp 2 juta per orang. “Jamaah juga sudah membayar biaya administrasi atas nama PPIH Kemenag Provinsi Riau sebesar Rp 517 ribu per orang. “‘Jadi kok saya dengar agen travel itu belum menyetor uang ke Sriwijaya,” katanya.

Irul mengaku kesal juga mendengar itu. Sebab, rencana yang mereka siapkan berantakan akibat molornya jadwal pemulangan tersebut. “Keluarga kami sudah menyiapkan syukuran di rumah. Kami sudah mengundang sanak famili. Semua batal gara-gara agen itu,” keluh jamaah lain.

Wakil Sekretaris I Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPHJ) Debarkasi Batam Alikek Said mengatakan, kejadian itu sama sekali tidak berkaitan dengan panitia penyelenggara. “Ini murni kesalahan agen. Tapi, kami tetap berkomunikasi dengan PPIH Riau untuk mencari s0lusi,” katanya kemarin.

Dia menambahkan, PPIH Debarkasi Batam juga menanggung semua keperluan jamaah selama di asrama haji, baik kamar penginapan maupun konsumsi.

Jamaah Haji Reguler Keracunan Makanan Katering di Mina

Surya, Kamis 10 Nopember 2011, Hal 1
Muntah-muntah setelah Makan Tumis

MAKKAH – SURYA. Puluham jemaah haji asal Surabaya berangsur pulih kesehatannya sesudah keracunan makanan katering di Mina. Keracunan dialami jemaah di maktab 71 yang total jemaahnya sebanyak 329 orang dam kel0mp0k terbang (kloter) Surabaya, DKI, Jakarta, Aceh serta Makassar. Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, Rabu (9/ 11), dari 329 jemaah yang keracunan terdapat delapan orang diopname Empat jemaah sudah diperbolehkan pulang Selasa (8/11), dan empat jemaah sisanya pulang Rabu (9/1 1).

Kepada Surya, Gus Ipul yang saat ini menunaikan ibadah haji berharap keluarga jemaah haji di tanah air, tenang dan sabar. Karena Kementerian Agama RI langsung merespons kasus keracunan, bahkan Menteri Agama Suryadharma Ali memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB), sehingga penanganan korban bisa segera dilakukan, Gus Ipul mengatakan, Kementerian Agama langsung menghentikan kontrak dan memblacklist penyedia katering bcrsangkutan. Sementara itu Menteri Agama Suryadharma Ali menginstruksikan kepada pihak terkait untuk melakukan investigasi terhadap kasus keracunan makanan yang dikonsumsi jemaah hingga menyebabkan diare, termasuk kemungkinan adanya sabotasc.

Khusus untuk perusahaan katering yang menyediakan makanan pada saat itu, tegas menteri, dirinya sudah mengambil langkah tegas yaitu memasukam dalam daftar hitam. Diuraikan Menag, kejadian dimulai pada Senin (7/11) pukul 19.00 waktu Arab Saudi (WAS) saat makan malam di maktab dan pada jam 24.00 WAS sejumlah jemaah, mengalami diare berat. Mereka muntah—muntah setelah makan sayur tumis.

Hawa Terik Menyengat Jamaah di Padang Arafah

Jawapos, Minggu 6 Nopember 2011, Hal 1

Hawa terik dirasakan seluruh jamaah haji yang melaksanakan prosesi puncak haji berupa wukuf di Padang Arafah kemarin (5/ 11). Sengatan panas mengalami titik puncak ketika jamaah berada di tenda, mendengarkan khotbah wukuf. Saat itu suhu udara diperkirakan 38-40 derajat Celsius. Namun, hingga berakhirnya prosesi wukuf, belum ada laporan jamaah yang menjadi korban akibat sengatan matahari.

Perbaiki Katering Jamaah Lansia

Udara terik itu hanya mengakibatkan jamaah cepat lelah saat melaksanakan wukuf . Padahal, selain wukuf masih banyak prosesi haji, seperti melempar jumrah, sai, dan tawaf di Masjidilharam. Tentu saja, sengatan panas matahari itu lebih baik daripada terjadi hujan di Arafah. Belajar pada pengalaman 2008, hujan daras yang disertai petir membuat kalang kabut jamaah. Sebagian jamaah yang tidak tertampung di tenda akhimya basah kuyup. Bahkan, saat itu sebagian wilayah Arafah terlanda banjir

Nah, kemungkinan terjadi banjir saat wukuf juga diantisipasi pemerintah Arab Saudi. Di beberapa titik terlihat sejumlah perahu karet dan kendaraan untuk medan berat. Selain sengatan terik, khotbah wukuf diwarnai hilir mudiknya sejumlah helikopter yang mengawasi pergerakan jamaah. Heli bakal terus meraung-raung hingga jamaah menuju ke Muzdalifah Mina. Saudi menyiagakan sekitar 63 ribu petugas keamanan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk di Arafah dan Mina. Itu belum termasuk petugas haji dari negara-negara asal jamaah.

Sementara itu, pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah untuk mengikuti wukuf pada Jumat malam atau Sabtu dini hari kemarin (5/11) berlangsung lancar. Ketua DPR sekaligus ketua rombongan anggota DPR di Makkah Marzuki Alie melaporkan, hingga Sabtu pagi seluruh jamaah sudah berada Arafah. Marzuki berharap tidak ada kejadian buruk saat jamaah berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Di Arafah, Marzuki bisa merasakan perbaikan layanan haji dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Karpetnya juga masih baru dan bersih.

Jamaah cukup puas,” kata Marzuki kepada tim Media Center Haji (MCH) Humas Kementrian Agama (Kemenag) di Arafah kemarin (5/11). Anggota DPR dari Partai Demokrat itu menuturkan, ada beberapa tenda yang hanya dilapisi kain untuk alas. Namun, sejak kedatangan jamaah haji, tenda ini diberi tikar plastik. Marzuki menuturkan, pemerintah mengatur bahwa satu tenda menampung 10 jamaah. Mudah—mudahan dengan isi yang tidak terlalu penuh, jamaah tidak mengeluh kepanasan. Sebab, papar Marzuki, kondisi di Arafah saat ini cukup panas. ‘

Antrean yang sedikit mengular tampak saat jamaah akan makan. Seperti diketahui, tahun ini pemerintah menetapkan bahwa makanan di Arafah dihidangkan dengan model katering. Bukan boks atau kotakan. Pemerintah beralasan, model katering bisa menghindarkan jamaah cari potensi keracunan. Marzuki menuturkan, konsekuensi model katering adalah jamaah-harus antre untuk makan. Bagi jamaah yang masih bugar dan berumur relatif muda itu tentu bukan persoalan. Tapi, yang mengganjal bagi Marzuki adalah jamaah yang sudah berumur lebih dari 60 tahun.·

“Evaluasinya, bisa dibuatkan meja prasmanan khusus untuk jamaah lansia’ tandasnya. Jika tidak bisa, pemerintah bisa mengupayakan model boks atau kotakan khusus untuk jamaah umur 60 tahun ke atas. Saat ini makanan, disajikan dalam sebuah meja panjang untuk jamaah satu kloter. Rata-rata, satu kloter terdiri atas 450 orang. Di tengah mulai padatnya jamaah haji di Armina, penjagaan petugas keamanan Saudi semakin ketat. Kepala Bidang Pengamanan PPIH Arab Saudi Siswoyo menuturkan, aparat kepolisian dan tentara Saudi hingga relawan diterjunkan untuk mengawasi penjuru Armina.

Di tengah pengamanan yang ketat, khotbah wukuf kemarin disampaikan Hasyim Muzadi selaku wakil amirul haj. Dalam khotbah bertajuk Pusat Makna Kemanusiaan itu, Hasyim berpesan, seorang haji wajib membawa nilai Arafah untuk kemaslahatan pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Jamaah Haji Reguler Jawa Timur Mengeluh Sulit Air hingga Jauhnya Maktab

Sulit Air hingga Jauhnya Maktab

Jawapos, Sabtu 5 Nopember 2011, Hal 14

Makkah — Wagub Jatim Saifullah Yusuf meninjau langsung tempat pemondokan jamaah haji asal Jatim yang tersebar di berbagai maktab di Kota Makkah. Salah satu yang ditinjau adalah pemondokan jamaah haji asal Tuban dan Sidoarjo. Di tempat itu, Saifullah menemui para jamaah asal dua kabupaten tersebut di kawasan Bahotma, Makkah. Dia juga ditemui Bupati Tuban Fathul Huda yang kebetulan berada di lokasi untuk meninjau jamaah hajil asal Tuban.

Secara umum, kondisi jamaah haji asal Jatim yang tersebar di sekitar 78 maktab baik-baik,” kata Saifullah yang kebetulan bertemu Jawa Pos saat melintas di sekitar Masjidilharam Kamis (3/ 11).

Saifullah saat itu didampingi mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yahya C. Staquf. Meski demikian, ada beberapa keluhan jamaah haji. Misalnya, sebagian jamaah mengeluhkan jauhnya maktab atau tempat pemondokan mereka sekitar 4 kilometer dari Masjidilharam. ”Meski jauhnya 4 km dari Masjidilharam, kalau lewat terowongan, itu bisa lebih cepat. Namun, sebagian besar maktab jamaah haji asal Jatim hanya berjarak 2 kilometer,” katanya. Misalnya, jamaah haji di daerah Jarwal yang hanya berjarak sekitar 2 km dari Masjidilharam.

Selain itu, beberapa jamaah haji mengeluhkan soal air yang tidak lancar. Terutama, mereka yang tinggal di lantai atas. Untungnya, keluhan tersebut cepat direspons pengelola gedung. ”Jadi, masalahnya tidak berkepanjangan,” tuturnya. Soal akomodasi dari maktab ke Masjidilharam juga dikeluhkan jamaah. Memang ada bus, tetapi mereka harus berebutan dengan jamaah lain dari Turki yang satu pemondokan. Apalagi, tujuh hari, sebelum wukuf Arafah,’ semua transportasi bus ke Masjidilharam sudah dihentikan, Akibatnya, banyak jamaah yang kesulitan menuju Masjidilharam. Terpaksa, mereka naik taksi atau jalan kaki.
 
Pemprov Jatim akan membahas untuk memecahkan masalah ini,” kata Saifullah. Apakah meniru Pemda DKI yang menyediakan bus bagi jamaah DKI atau cara lain kita bahas nanti tambahnya· Soal makan juga dikelulukan sebagian jamaah. Meski uang lauk atau biaya hidup selama menjalani ibadah haji sudah diserahkan kepada jamaah, mereka berharap ada jatah makan. Misalnya, malam. “Ini agar waktu jamaah tidak habis tersedot untuk memasak, keluh jamaah. ”Tugas kita pemerintah ya menampungnya ujarnya. Maktab atau pemondokan jamaah haji Indonesia memang jadi masalah setiap tahun. Sebab, pemerintah kalah langkah dengan pemerintah negara lain yang bisa menyewa gedung puluhan tahun.

Menag Jamin Lebih Baik, Katering untuk Wukuf

(klik untuk memperbesar gambar)
Jawapos, Sabtu 5 Nopember 2011, Hal 1

MAKKAH – Para calon jamaah haji (CJH) Indonesia kemarin pagi mulai bergerak ke Arafah untuk mengikuti wukuf yang jatuh hari ini (5/11). Mereka memakai ihram dari pemondokan masing-masing, kemudian berangkat dengan menggunakan bus menuju Arafah.

Hingga pukul 14.00 waktu setempat (18.00 WIB) kemarin, pergerakan menuju Arafah  terus berlangsung. “Yang sudah sampai sekitar 6 hingga 5 persen,” ujar Kepala Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) Abu Haris Mutohar saat dihubungi Indopos (Jawa Pos Group) kemarin (4/11). Diprediksi, seluruh CJH Indonesia yang berjumlah 221.000 orang lebih akan sampai di Arafah pukul 00.00 tadi malam.

Menurut dia, ada sejumlah CJH Indonesia yang menuju ke Mina dahulu. “Ada yang tarwiyah. Sudah laporan beberapa jamaah ke Mina dulu. Setelah itu, baru ke Arafah. Nanti ke Mina lagi. Mengikuti sunah Rasul,” imbuhnya. Memang ada sebagian CJH yang menuju ke Mina lebih dahulu. Berdasar pantauan di lapangan, di terowongan Malik Fahd, Syisah, sejumlah CJH dari sejumlah negara yang memakai pakaian ihram memasuki Mina melalui terowongan itu. Terowongan tersebut memang dekat dengan Mina.

Sementara itu, hingga kemarin siang waktu setempat, CJH yang meninggal berjumlah 112 orang. Sebelumnya, yang meninggal sebanyak 105 orang. Sementara itu, CJH yang rencananya disafari wukufkan hingga kamis malam berjumlah 86 orang dan yang dibadalkan 99 orang. Mereka yang mengikuti safari Wukuf berangkat dari Balai Pengobatan Haji Indonesia hari ini pukul 10.00 waktu setempat menuju Arafah.

”Jumlah ini bisa saja mengalami perubahan.Yang dibadalkan calon haji yang sakitnya parah,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Sahlan Arief. Secara terpisah, Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadi mengatakan, para jamaah yang wukuf hendaknya bersiap lahir dan batin. Momen di Arafah merupakan waktu untuk bertobat. “Wukuf diisi dengan zikir dan amalan baik lainnya. Jangan ngobr0l,” ujarnya. Zikir, lanjut dia, jika dilakukan dengan benar, bisa membawa ketenangan hati Sekaligus berdampak terhadap kehidupan sosial di sekitarnya saat di tanah air nanti.

Namun,  zikir yang sempurna membawa jiwa menjadi tenang tidaklah mudah. Diperlukan beberapa syarat. Di antaranya, rezekinya tidak diperoleh dengan cara yang haram. Nanti pulang haji, kalau akan berbuat jahat, ada guncangan. ”Hati tidak tenang,” imbuhnya. Sebelumnya, saat meninjau ke Arafah pada Kamis petang, Menteri Agama Suryadharma Ali memastikan bahwa katering prasmanan lebih baik daripada tahun lalu. Kalau tahun lalu antrean prasmanan hanya dibuat satu jalur kali ini ada dua jalur.

Semua CJH dipastikan mendapatkan makanan.”Kami minta kepada perusahaan katering melalui Muasasah Asia Tenggara agar hegienitas katering terjamin. Kami minta juga disiapkan tenaga nutrisi, Jika CJH merasa dirugikan terkait katering, mereka diminta melapor dan akan segera ditindaklanjuti ke muasasah. “Kalau tidak direspon, kita tidak akan pakai itu katering tahum depan. Seperti kejadian di Madinah. Kita tidak pakai katering itu lagi,” terangnya.

Warga Pasuruan Demo Kasus Gagal Berangkat CJH KBIH Nurul Anwar Pasuruan

Surya, Jum’at 4 November 2011

Warga Dasak Mafia Haji Ditumpas

PASURUAN – SURYA. Warga Pasuruan Demo kasus batalnya sejumlah calon jamaah haji yang berangkat lewat jasa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Nurul Anwar Kota Pasuruan, berbuntut dengan tuntutan agar pemerintah menerbitkan KBIH-KBIH. Tuntutan itu disampaikan ratusan warga yang demo didampingi sejumlah LSM. Kamis (3/11). Para demonstran yang terdiri dari pria dan ibu-ibu tersebut mendatangi Kemenag Kota Pasuruan dan DPRD Kota Pasuruan. Tidak ketinggalan mereka juga, membawa sejumlah tulisan yang berisi tuntutan agar mafia haji ditumpas serta KBIH-KBIH bermasalah dibekukan

PoIisi Tahan Penipu Haji

LAMONGAN – SURYA. HATI-HATI dengan rayuan atau penawaran biaya jemaah haji dengan biaya murah dan waktunya lebih cepat. Kalau Anda tergiur, maka harus siap menanggung malu atau tujuan mulia ingin menunaikan ibadah haji menjadi tertunda.

Kasus gagalnya sejumlah calon jamaah haji berangkat ke Makkah kini ditangani polisi. Kepala Desa Pucangtelu, Kecamatan Kalitengah, Lamongan Nurul Faizah (35) dan suaminya M Sholeh (44) serta Ketua LSM Qorryatut Toyibah ditahan polisi. Nurul Faizah dan suaminya M Sholeh serta Taufiqillah ditahan dengan tuduhan melakukan penipuan dan terancam dijerat pasal 372 dan 378 KUHP.

Ketiganya mulai Rabu (2/11) malam seusai diperlksa secara marathon dimasukkan ke hotel prodeo mapolres. Meski Nurul Faizah dan M Sholeh turut menjadi korban, namun data menguatkan jika mereka bersekongkol melakukan penipuan hingga 12 calon jamaah haji yang sudah dibawanya ke Jakarta batal berangkat. Para korban ini tergiur dengan janji tersangka yang bisa memberangkatkan calon jemaah haji lebih cepat melalui perantara perorangan. Melalui tetangganya Riyadus Sholikhin.

Nurul Faizah kenal dengan Taufiqillah yang sanggup menjadi perantara haji plus menlui jasa Anas yang ada di Jakarta. Sebelum ditahan, Nurul Faizah kepada sejumlah korbannya sanggup mengembalikan. Namun janji Nurul Faizah itu tidak menghapus perkaranya. dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan.”Saya akan kembalikan uangnya. tapi masih minta waktu kata Nurul Faizah. Calon haji plus dikenakan biaya Rp 55 juta per jamaah.

Padahal haji plus ltu umumnya mencapai Rp 75 juta. Usai menerima uang dari para calon jamaah haji. Nurul Faizah menyerahkan sebagian dana untuk pengurusan administrasi sebesar Rp 115 juta kepada Taufiqillah. Menurut Kades, ia menggunakan jasa perorangan untuk mengurus segala persyaratan jamaah haji plus dalam kuota tambahan. Karena sifatnya personal, ia tidak memakai biro perjalanan jamaah haji, seperti umumnya.

26 CJH Khusus KBIH Ponpes Darussalam Batal Berangkat

Keleleran di Bandara, Kemenag Janji Tegur KBIH Ponpes Darussalam

Jawapos, Rabu 2 Nopember 2011

KEDIRI – Sebanyak 26 calon jamaah haji (CJH) plus batal berangkat. Jika sesuai dengan jadwal, seharusnya mereka berangkat ke Makkah kemarin. Nyatanya, sejak Sabtu lalu (29/10) hingga Senin berada di Jakarta, tidak ada pemberangkatan, Hingga siang, visa haji untuk berangkat ke Tanah Suci belum turun. “Sampai waktu pemberangkatan, visanya tidak turun. Kami keleleran di bandara Soekarno Hatta. Akhirnya diputuskan pulang,” kata salah seorang CJH yang meminta agar namanya tidak dikorankan. Dia mengungkapkan, para CJH khusus yang diberangkatkan KBIH Ponpes Darussalam, Centong, Bawang, tersebut juga diberi seragam.

Tetapi, saat proses pemberangkatan, ternyata paspor tldak dilengkapi visa. Jadi nggak bisa pergi,” imbuhnya. Padahal, untuk mengikuti haji plus atau khusus, CJH itu telah membayar Rp 65 juta. Dia mendaftar bersama beberapa teman karena diiming-imingi fasilitas tambahan. Misalnya, pemondokan yang nyaman dan lainnya. Kasihan teman saya yang gagal berangkat dua kali terlihat down,” ungkapnya. Untuk diketahui, pembatalan pemberangkatan CJH khusus oleh KBIH Pompes Darussalam tahun ini bukan yang pertama. Tahun lalu lima CJH Khusus dari KBIH Ponpes Darussalam tersebut juga batal berangkat. Kemarin mereka ikut lagi sehingga gagal berangkat dua kali.

Kasi Haji dam Umrah Kemenag Kota Kediri Muamal menyatakan, dirinya belum mengetahui kasus itu. Meski demikian, Muamal menuturkan bahwa, pihaknya akan memanggil perwakilan KBIH Pompes Darussalam untuk meminta penjelasan. ”Nanti akan kami panggil dan kami tegur,” tegasnya Ditanya tentang izin pompes tersebut menyelenggarakan haji khusus, Muamal mengungkapkan, pesantren yang diasuh Kiai Muzaini Romli tersebut belum berizin Pada 2009 pernah mengajukan izin, tetapi Sampai tahun ini belum turun. Rekomendasi dari Kementrian Agama (Kemenag) pusat belum turun,” terangnya, Menurut Muamal, KBIH Ponpes Darussalam hanyalah perpanjangan tangan dari perusahaan di Jakarta. Seharusnya, mereka juga mengirim Surat tembusan ke Kemenag Tetapi, sampai kemarin surat tembusan itu belum masuk. ”Belum ada, Padahal, beberapa tur lain sudah mengirim tembusan,” urainya.

Di tempat terpisah, pengasuh KBIH Ponpes Darussalam Kiai Muzaini Romli membenarkan batalnya keberangkatan puluhan jamaah haji khusus dari pesantrennya. Mantan anggota DPRD itu menyatakan, pembatalan terjadi karena visa CJH tidak turun Bagaimana itu bisa terjadi? Kiai Muzaini Romli menjelaskan, hal tersebut tak hanya dialami CJH plus dari Kota Kediri. Ada 134 calon jamaah dari beberapa daerah yang mengalami hal serupa. “Sebenarnya seluruh calon jamaah haji sudah menyetor paspor dan membayar pengurusan visa masing-masing $2.000 US dollar. Tetapi, ternyata oleh karyawannya tidak diuruskan walaupun uangnya diterima,” paparnya, Dalam pemberangkatan haji khusus ini. KBIH Ponpes Darussalam hanya perpanjangan tangan dari PT Nurul Hayat dari Bogor.

Tiga karyawan dari perusahaan itulah yang menurut Kiai Muzaini Romli menggunakan uang pengurusan visa. “KBIH Ponpes Darussalam juga Tertipu. Sekarang karyawan sudah diamankan Polda Metro Jaya,” Kilahnya atas pembatalan tersebut, PT Nurul Hayat memberikan Beberapa alternative tawaran. Diantaranya mengambil bonus umroh dan ikut kembali haji tahun depan atau total uang Rp 65 juta yang sudah disetor dikembalikan. Ditanya tentang perizinan KBIH Ponpes Darusaalam yang belum turun, Kiai Muzaini Romli membenarkan hal tersebut. Meski demikian, sebagai perpanjangan tangan PT Nurul Hayat, mereka mempunyai surat penunjukkan dari travel yang disebutnya milik seorang Jenderal di Jakarta itu

Jadwal Kepulangan Haji Reguler 2011

Jadwal Kepulangan Jamaah Haji Reguler 2011

Informasi Kloter, Jadwal, Jam, Nomor Pesawat 

Silahkan download dibawah ini

89 Calon Jamaah Haji NON Kuota Travel Trimitra Batal Berangkat

Calon Haji Non Kuota Kecewa Travel Trimitra
Jawapos, 31 Oktober 2011
SURABAYA – Sudah berulang—ulang muncul kasus calon jamaah haji (CJHnon kuota yang terlantar, bahkan batal berangkat. Namun, hal itu tidak menyurutkan minat orang untuk berhaji dengan jalan non kuota. Termasuk 89 CJH yang gagal diberangkatkan untuk berhaji tahun ini oleh biro perjalanan Trimitra. Tentu saja mereka memprotes Trimitra. Sabtu malam lalu (29/ 10) CJH melakukan pertemuan dengan manajemen Trimitra untuk membahas penyelesaian masalah itu. 
Pertemuan tersebut berlangsung cukup panas karena para CJH merasa tertipu oleh janji yang diberikan Trimitra. Karena tidak ada titik temu, akhimya diambil kesepakatan memilih sembilan wakil CJH untuk merumuskan deal dengan manajemen. Menurut salah seorang CJHmereka dijadwalkan Berangkat ke Tanah Suci pada 17 Oktober lalu. Namun, keberangkatan tersebut ditunda menjadi 19 Oktober. “Sebenarnya, dengan jadwal tanggal 17 dan 19, pihak maskapai penerbangan sudah issued tiket. Tapi, temyata kami tetap tidak jadi berangkat,” ungkapnya. Akhimya, para CJH mendapatkan kabar akan di berangkatkan pada 30 Oktober. Namun, bukannya diberangkatkan, pada Jumat (28/ 10) mereka malah mendapatkan kabar tidak jadi berangkat. 

“Ya begini ini risikonya kalau berhaji dengan ONH plus non- kuota. Ya plus sabar, plus nggak jelas, plus akhimya nggak jadi berangkat,” selorohhya. Setelah sembilan wakil CJH berdialog dengan Dirut Travel Trimitra Firman Sukirman dan manajemen, akhirnya diambil kesepakatan bahwa CJH akan diberangkatkan pada 2012. “Trimitra akan menjamin CJH untuk berangkat pada kuota haji 2012. Untuk itu, Trimitra akan berkonsultasi dulu dengan Kementerian Agama di Jakarta,” jelas. Suwadi Noor, salah seorang staf Trimitra, menyampaikan kesepakatan yang terjalin antara CJH dan manajeman. 

Untuk mengobati kekecewaan CJHTrimitra juga berjanji memberangkatkan mereka beribadah umrah bagi yang sudah menyetorkan deposit Rp 10 juta. “Biaya umrah total Rp 15 juta, Bagi yang sudah menyetorkan Rp 10 juta, hanya perlu menambah Rp 2,5 juta, Itu obat bagj saya,” tutur Firman. Namun, ada beberapa CJH yang masih menolak kesepakatan itu. Anisya, misalnya, meminta Trimitra menanggung seluruh biaya umrah CJH bila memang berniat mengobati kekecewaan. 

“Kalau, memang untuk obat, seharusnya Trimitra menanggung semua biaya umrah. Saya ini berangkat haji karena ada yang membiayai. Saya tidak punya biaya untuk berangkat sendiri,” cetusnya sambil menangis sesenggukan. Namun, Trimitra menyatakan Tidak sanggup apabila harus menanggung seluruh biaya umrah para CJH. Akhirnya, mereka memberikan kesempatan kepada CJH yang belum puas dengan kesepakatan untuk berdialog langsung dengan manajemen pada pertemuan siang ini di kantor TrimitraJalan Dukuh Kupang Barat

Kejadian yang menimpa CJH Trimitra itu disebut-sebut baru terjadi kali pertama. Menurut informasi yang dihimpun JawaPos, bukan hanya CJH dan Surabaya yang tidak jadi berangkat. CJH Trimitra dari SOLO dan Semarang juga gagal melaksanakan ibadah ke Tanah Suci. “Kalau alasan manajemen, pemerintah Arab Saudi tidak jadi memberikan visa kata salah seorang CJHTrimitra mengenakan biaya USD 7.200 untuk setiap CJH yang harus dilunasi pada Juli lalu. Itu belum termasuk biaya pengurusan visa yang mencapai Rp 14,5 juta. Setiap CJH sudah membayar Rp 10 juta. Sisanya akan dilunasi saat sudah beres. Uang Rp 10 juta itulah yang nanti akan digunakan Trimitra untuk memberangkatkan CJH umrah.



59 Calon Jamaah Haji Tertipu KBIH Nurul Anwar Pasuruan

Saya Terlanjur Selamatan Habiskan Rp 7 juta 
Tergiur ajakan Percepatan Haji Reguler 
oleh KBIH Nurul Anwar Pasuruan
Surya, 29 Oktober 2011

Kejengkelan Rifatul Chusniah memuncak. Uang belasan juta yang sudah dia bayarkan ke Kelompok Bimbingan Haji (KBIHNurul Anwar ternyata tidak bisa membawanya ke Tanah Suci. Rifatul mengungkapkan, kekisruhan itu berawal pada 2010 saat ia mendaftarkan haji. Kewajiban antara lain membayar biaya berhaji sudah dipenuhinya.Ia dijadwalkan berangkat pada musim haji 2016 

Namun kemudian, ia mendengar dari KBIH itu bahwa ia bisa diberangkatkan lebih cepat yaitu 2011 ini juga. Syaratnya, Rifatul harus melunasi seluruh biaya haji. Saya sudah daftar 2010 lalu dan rencananya diberangkatkan 2016, tapi ada info dapat dilakukan percepatan berangkat 2011 ini dengan membayar melalui KBIH ini. Saya bayar cash Rp 17.5 juta ditambah lain-lain, seperti seragam dan totalnya mencapai Rp 25 jutaan,” terang Rifatul Chusniah.

Rifatul kemudian mengatakan bahwa kelompak itu akan diberangkatkan hari ini, Minggu (30/10]. Namun, hingga kemarin belum ada kejelasan soal jadi tidaknya pemberangkatan ke Tanah Suci. “Dijanjikan berangkat besok, Minggu (30/ 10). Ternyata nol dan tidak jelas,” imbuh Chusniah. Akhirnya, kemarin, Sabtu (29/10), Rifatul dan puluhan rekan senasibnya mendatangi KBIH Nurul Anwar yang terletak diJl. Raya Soekarno Hatta No 126,  Kel. Karangketug, Kec. Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Mereka adalah 59 calon jemaah haji sebagian besar warga Kota Pasuruan, yang merasa dirugikan oleh KBIH itu. Mereka menuntut pertanggungjawaban dan pengelola KBIH. Para CJH yang sudah merasa memenuhi seluruh kewajibannya dan tinggal berangkat. Namun, hingga sehari menjelang keberangkatan seperti dijanjikan, bahkan mendapat koperpun tidak. “Katanya berangkat besok, tapi hari ini masih tidak ada koper. Saat didesak, mereka beralasan kalau berangkat sekarang, di Makkah tidak ada maktab.

Mestinya, kurang seminggu sudah di infokan, karena sudah terlanjur selamatan dan biayanya juga tidak sedikit, habis Rp 7 jutaan,” ujar Kholifah, CJH lainnya. Kehebohan di  KBIH Nurul Anwar itu mendorong polisi untuk bergerak mengamankan. Fahrudin, seorang anggota polisi yang berjaga, mengatakan warga sebaiknya melapor, sehingga kalau ada unsur penipuan bisa segera diproses secara hukum. “Polisi hanya memantau. Silahkan lapor ke polisi. Jika tidak ada yang melapor, berarti tidak akan diproses,” kata petugas tersebut.

Sementara, pihak KBIH Nurul Anwar akhirnya mengeluarkan Surat pernyataan bermaterai Rp 6.000, yang ditandatangani H Nanang Fauzie Wari’an, Sekretaris KBIH Nurul Anwar. Isi Surat pernyataan itu, KBIH Nurul Anwar siap bertanggung jawab sepenuhnya dan mengembalikan semua biaya administrasi dengan tunai beserta berkas-berkas terkait pengurusan pengajuan haji dengan nama-nama terlampir. Pengembalian dimulai Selasa 1 November hingga 5 November.